Senin, 19 Juli 2010

Perjalanan Ke Pulau Berhala ( 10-11 Juli 2010 )


Sabtu pagi, 10 Juli 2010 Perahu beserta awak kapal sudah stand by menunggu kedatangan rombongan yang diperkirakan tiba Pukul 10.00 Wib dari Medan. Kira-kira Pukul 12.30 Wib rombongan pun tiba di Kuala Tanjung, tepatnya di Sungai Padang ( tempat bersandarnya kapal yang akan berangkat ke Pulau Berhala ). Seketika Sungai Padang pun berubah menjadi ramai karena jumlah peserta yang akan berangkat berjumlah 99 Orang. Semua sibuk mengemasi barang yang akan dibawa, dan menurunkan barang – barang dari bus dan melangsir ke 4 buah kapal yang sudah di siapkan dari pagi untuk berangkat ke Pulau berhala.


Sekitar Pukul 13.00 Wib kapal pun segera dihidupkan dan berangkat. Ketika kapal mulai memasuki lautan dan meninggalkan sungai padang - Kuala Tanjung mulai terasa alunan ombak mengayun kapal. Awalnya peserta kelihatan cemas tetapi lama – kelamaan tampak semua peserta mulai menikmati pesona lautan luas dan mulai bercanda antara satu dengan yang lainnya. Sungguh lautan yang luas dapat menimbulkan inspirasi bahwa kita manusia ini memang kecil sekali. 

 
Sepanjang perjalanan cuaca yang agak mendung semakin menambah sejuknya perjalanan. Perlahan tapi pasti kapalpun mulai meninggalkan daratan dan tidak lama berselang Pulau Berhala pun sudah tampak mengecil dari kejauhan. Semua peserta mulai berseri – seri. Setelah 2 jam berlalu seorang peserta mulai bertanya “ bang , perasaan dari tadi kita sudah melihat Pulau tapi kok nggak nyampe – nyampe ya”. Memang Pulau Berhala dapat kita lihat dari jarak yang jauh. Itu disebabkan oleh Topografinya yang bergunung dan lumayan tinggi.

Sekitar pukul 16.00 Wib kami pun memasuki kawasan Pulau Berhala. Sungguh pemandangan yang menakjubkan, tampak bebatuan besar menyangga berbaris dipinggiran Pulau seolah-olah menjadi penyangga agar tanah yang bergunung ini tidak tumpah kelautan. Sebuah Pulau kecil ditengah lautan luas.

Kapal kami pun segera bersandar di dermaga, dan tampak peserta dan awak kapal bergegas melangsir seluruh barang – barang kedarat. Belum lagi selesai melangsir barang tampak beberapa peserta sudah nyemplung ke lautan berenang menikmati sejuknya air pantai.

Malam itu semua peserta tampak sibuk dengan kegiatannya masing – masing dan berkumpul kembali untuk melaksanakan acara barbeque. Kegiatan memancingpun tampak ramai didermaga. Berdasarkan informasi dari penjaga Pulau yaitu TNI - AL bahwa hari itu diperkirakan jumlah pengunjung mencapai 400 Orang lebih. Pulau Berhala yang sehari – harinya sepi yang hanya dihuni oleh Marinir dan Petugas Navigasi berubah menjadi seperti Kota yang ramai. Pinggiran Pantai pun penuh oleh pengunjung. Begitu juga kapal – kapal yang menyandar tampak ramai dan para awak kapal pun sudah sibuk memasak untuk santap malam dengan ikan hasil pancingan.

Ketika menjelang Subuh hujan pun mulai mengguyur Pulau Berhala. Semua mulai memasuki Penginapan yang sudah dibangun oleh Pemda. Pagi hari ketika Matahari mulai menampakkan sinarnya tampak beberapa pengunjung mulai menapaki tangga menuju Mercusuar. Tangga yang berjumlah 700 anak tangga tampak mulai dihias oleh pemerintah dengan membuat Hand Rail yang di cat dengan warna Hijau Kuning. Disini ada istilah belum lengkap perjalanan ke Pulau Berhala jika tidak dapat menaklukkan tangga tersebut dan sampai ke Mercusuar. Beberapa pengunjung lain sibuk melihat penangkaran Penyu yang mulai juga dikembangkan oleh Pemerintah. Selain berenang dipinggiran Pantai beberapa peserta juga tampak asyik bermain Volley Pantai.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Komandan Pos Pulau Berhala bahwa akan ada rencana untuk membuat lokasi outbond dipulau ini. Siang itu sekitar Pukul 12.00 Wib tampak peserta mulai sibuk mengemasi barang – barang untuk kembali ketujuan masing – masing.

Kira – kira Pukul 13.00 wib rombongan pun mulai meninggalkan Pulau Berhala dan Kapal pun mulai berangkat pulang. Di Perjalanan pulang beberapa peserta melihat 2 ekor Lumba – lumba yang berenang sambil terbang keudara menunjukkan atraksinya seolah ingin mengucapkan Selamat Jalan kepada peserta rombongan.

Sekitar Pukul 15.00 Wib Kapal pun mulai tiba ditujuan. Tetapi kali ini tempat bersandar tidak lagi di Sungai Padang, melainkan di Pantai Perjuangan yang dulunya dikenal dengan nama Pantai Jono yang jaraknya juga tak jauh dari Sungai Padang. Tampak Pasir Putih yang sangat Luas yang juga ramai didatangi oleh pengunjung dari beberapa daerah. ( Tempat ini juga tepat untuk digunakan sebagai tempat berkemah , sambil menikmati keindahan pantai )


Semua peserta mulai turun sambil mengemasi barang – barang ke bus yang sudah siap untuk meluncur kembali ke Kota Medan. Sungguh perjalanan yang melelahkan sekaligus menyenangkan. Ada juga beberapa peserta yang menyatakan keinginannya untuk mengunjungi Pulau Pandang dan Pulau Salah Nama yang jaraknya juga cukup dekat dengan Kuala Tanjung. Pulau ini juga cukup tepat untuk dijadikan tempat berlibur dan memancing bersama keluarga sekaligus menjauhi kejenuhan dari aktivitas dikota yang cukup padat dan kebisingan kota yang akrab dengan polusi udara.



1 komentar:

Rusman mengatakan...

Indonesia memang sangat kaya akan wisata alamnya, salah satunya adalah pulau berhala yang memang belum banyak orang yang tahu. Mas, kalau lumba2nya memang selalu ada atau hanya di jam2 tertentu aja?

Poskan Komentar